Selasa, 04 Agustus 2015

Penjaskes ( R E N A N G )

R E N A N G
A.    Pengertian
Berenang adalah gerakan sewaktu bergerak di air. Berenang biasanya dilakukan tanpa perlengkapan buatan. Kegiatan ini dapat dimanfaatkan untuk rekreasi dan olahraga. Berenang dipakai sewaktu bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya di air, mencari ikan, mandi, atau melakukan olahraga air.Berenang untuk keperluan rekreasi dan kompetisi dilakukan di kolam renang. Manusia juga berenang di sungaidanau, dan laut sebagai bentuk rekreasi. Olahraga renangmembuat tubuh sehat karena hampir semua otot tubuh dipakai sewaktu berenang.
B.     Sejarah
Perlombaan berenang dimulai di Eropa sekitar tahun 1800. Sebagian besar perenang berenang dengan memakai gaya dada. Pada 1873, John Arthur Trudgen memperkenalkan gaya trudgen di lomba-lomba renang setelah meniru renang gaya bebas suku Indian. Akibat ketidaksukaan orang Inggris terhadap gerakan renang yang memercikkan air ke sana ke mari, Trudgen mengganti gerakan kaki gaya bebas yang melecut ke atas dan ke bawah menjadi gerakan kaki gunting seperti renang gaya samping.
Renang menjadi salah satu cabang olahraga yang dilombakan sejak Olimpiade Athena 1896. Nomor renang putri dilombakan sejak Olimpiade Stockholm 1912. Pada 1902, Richard Cavill memperkenalkan renang gaya bebasFederasi Renang Internasional dibentuk pada 1908Gaya kupu-kupu pertama kali dikembangkan pada tahun 1930-an. Pada awalnya, gaya kupu-kupu merupakan variasi gaya dada sebelum dianggap sebagai gaya renang tersendiri pada 1952.
Di Hindia Belanda, Perserikatan Berenang Bandung (Bandungse Zwembond) didirikan pada 1917. Pada tahun berikutnya didirikan Perserikatan Berenang Jawa Barat (West Java Zwembond), dan Perserikatan Berenang Jawa Timur (Oost Java Zwembond) didirikan pada 1927. Sejak itu pula perlombaan renang antardaerah mulai sering diadakan. Rekor dalam kejuaraan-kejuaraan tersebut juga dicatatkan sebagai rekor di Belanda.[1]
Pada 1936, perenang Hindia Belanda bernama Pet Stam mencatat rekor 59,9 detik untuk nomor 100 meter gaya bebas di kolam renang Cihampelas Bandung. Pet Stam dikirim sebagai wakil Belanda diOlimpiade Berlin 1936. Persatuan Berenang Seluruh Indonesia didirikan 21 Maret 1951, dan sebagai anggota Federasi Renang Internasional sejak tahun berikutnya. Perenang Indonesia ikut berlomba dalam Olimpiade Helsinki 1952.[1]
C.    Fasilitas dan Peralatan
Kolam renang
Panjang kolam renang lintasan panjang adalah 50 m sementara lintasan pendek adalah 25 m. Dalam spesifikasi Federasi Renang Internasional untuk kolam ukuran Olimpiade ditetapkan panjang kolam 50 m dan lebar kolam 25 m. Kedalaman kolam minimum 1,35 meter, dimulai dari 1,0 m pertama lintasan hingga paling sedikit 6,0 m dihitung dari dinding kolam yang dilengkapi balok start. Kedalaman minimum di bagian lainnya adalah 1,0 m.[2]
Lintasan
Lebar lintasan paling sedikit 2,5 m dengan jarak paling sedikit 0,2 m di luar lintasan pertama dan lintasan terakhir.[2] Masing-masing lintasan dipisahkan dengan tali lintasan yang sama panjang dengan panjang lintasan.
Tali lintasan terdiri dari rangkaian pelampung berukuran kecil pada seutas tali yang panjangnya sama dengan panjang lintasan. Pelampung pada tali lintasan dapat berputar-putar bila terkena gelombang air. Tali lintasan dibedakan menurut warna: hijau untuk lintasan 1 dan 8, biru untuk lintasan 2, 3, 6, dan 7, dan kuning untuk lintasan 4 dan 5.
Perenang diletakkan di lintasan berdasarkan catatan waktu dalam babak penyisihan (heat). Di kolam berlintasan ganjil, perenang tercepat diunggulkan di lintasan paling tengah. Di kolam 8 lintasan, perenang tercepat ditempatkan di lintasan 4 (di lintasan 3 untuk kolam 6 lintasan).[3]Perenang-perenang dengan catatan waktu di bawahnya secara berurutan menempati lintasan 5, 3, 6, 2, 7, 1, dan 8.
Pengukur waktu
Dalam perlombaan internasional atau perlombaan yang penting, papan sentuh pengukur waktu otomatis dipasang di kedua sisi dinding kolam. Tebal papan sentuh ini hanya 1 cm.[4]
Perenang mencatatkan waktunya di papan sentuh sewaktu pembalikan dan finis. Papan sentuh pengukur waktu produksi Omega mulai dipakai di Pan-American Games 1967 di Winnipeg,Kanada.[5]
Balok start
Di setiap balok start terdapat pengeras suara untuk menyuarakan tembakan pistol start dan sensor pengukur waktu yang memulai catatan waktu ketika perenang meloncat dari balok start.
Tinggi balok start antara 0,5 m hingga 0,75 dari permukaan air. Ukuran balok start adalah 0,5 x 0,5 m, dan di atasnya dilapisi bahan antilicin. Kemiringan balok start tidak melebihi 10°.[2]
D.    Gaya Renang
Dalam renang untuk rekreasi, orang berenang dengan gaya dadagaya punggunggaya bebas dangaya kupu-kupu. Gaya renang yang dilombakan dalam perlombaan renang adalah gaya kupu-kupu, gaya punggung, gaya dada, dan gaya bebas.[2] Dalam lomba renang nomor gaya bebas, perenang dapat menggunakan berbagai macam gaya renang, kecuali gaya dada, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu.[2] Tidak seperti halnya gaya dada, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu, Federasi Renang Internasional tidak mengatur teknik yang digunakan dalam nomor renang gaya bebas.[2]Walaupun demikian, hampir semua perenang berenang dengan gaya crawl, sehingga gaya crawl (front crawl) digunakan hampir secara universal oleh perenang dalam nomor renang gaya bebas.

1.     Gaya bebas

Gaya bebas adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air.[2] Kedua belahtangan secara bergantian digerakkan jauh ke depan dengan gerakan mengayuh, sementara kedua belah kaki secara bergantian dicambukkan naik turun ke atas dan ke bawah.[2] Sewaktu berenang gaya bebas, posisi wajah menghadap ke permukaan air.[2] Pernapasan dilakukan saat lengan digerakkan ke luar dari air, saat tubuh menjadi miring dan kepala berpaling ke samping.[2] Sewaktu mengambil napas, perenang bisa memilih untuk menoleh ke kiri atau ke kanan.[2] Dibandingkan gaya berenang lainnya, gaya bebas merupakan gaya berenang yang bisa membuat tubuh melaju lebih cepat di air.[2]
Gaya bebas merupakan gaya yang tidak terikat dengan teknik-teknik dasar tertentu.[2] Gaya bebas dilakukan dengan beraneka ragam gerakan dalam berenang yang bisa membuat perenang dapat melaju di dalam air.[2] Sehingga gerakan dalam gaya bebas bisa digunakan oleh beberapa orang, baik yang sudah terlatih maupun para pemula.[2]

2.     Gaya dada

Gaya dada merupakan gaya berenang paling populer untuk renang rekreasi.[3] Posisi tubuh stabil dan kepala dapat berada di luar air dalam waktu yang lama.[3] Gaya dada atau gaya katak adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air, namun berbeda dari gaya bebas, batang tubuh selalu dalam keadaan tetap.[3] Kedua belah kaki menendang ke arah luar sementara kedua belah tangan diluruskan di depan.[3] Kedua belah tangan dibuka ke samping seperti gerakan membelah air agar badan maju lebih cepat ke depan.[3] Gerakan tubuh meniru gerakan kataksedang berenang sehingga disebut gaya katak.[3] Pernapasan dilakukan ketika mulut berada di permukaan air, setelah satu kali gerakan tangan-kaki atau dua kali gerakan tangan-kaki.[3].
Dalam pelajaran berenang, perenang pemula belajar gaya dada atau gaya bebas. Di antara ketiga nomor renang resmi yang diatur Federasi Renang Internasional, perenang gaya dada adalah perenang yang paling lambat.[3]

3.     Gaya punggung

Sewaktu berenang gaya punggung, orang berenang dengan posisi punggung menghadap ke permukaan air. Posisi wajah berada di atas air sehingga orang mudah mengambil napas.[3] Namun perenang hanya dapat melihat atas dan tidak bisa melihat ke depan. Sewaktu berlomba, perenang memperkirakan dinding tepi kolam dengan menghitung jumlah gerakan.[3]
Dalam gaya punggung, gerakan lengan dan kaki serupa dengan gaya bebas, namun dengan posisi tubuh telentang di permukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan menuju pinggang seperti gerakan mengayuh. Mulut dan hidung berada di luar air sehingga mudah mengambil atau membuang napas dengan mulut atau hidung.[3]
Sewaktu berlomba, berbeda dari sikap start perenang gaya bebasgaya dada, dan gaya kupu-kupuyang semuanya dilakukan di atas balok start, perenang gaya punggung melakukan start dari dalam kolam[3]. Perenang menghadap ke dinding kolam dengan kedua belah tangan memegang besi pegangan.[2] Kedua lutut ditekuk di antara kedua belah lengan, sementara kedua belah telapak kakibertumpu di dinding kolam.[3]
Gaya punggung adalah gaya berenang yang sudah dikenal sejak zaman kuno.[3] Pertama kali diperlombakan di Olimpiade Paris 1900, gaya punggung merupakan gaya renang tertua yang diperlombakan setelah gaya bebas.[3]

4.     Gaya kupu-kupu

Gaya kupu-kupu atau gaya lumba-lumba adalah salah satu gaya berenang dengan posisi dadamenghadap ke permukaan air.[3] Kedua belah lengan secara bersamaan ditekan ke bawah dan digerakkan ke arah luar sebelum diayunkan ke depan.[2] Sementara kedua belah kaki secara bersamaan menendang ke bawah dan ke atas seperti gerakan sirip ekor ikan atau lumba-lumba.[3]Udara dihembuskan kuat-kuat dari mulut dan hidung sebelum kepala muncul dari air, dan udara dihirup lewat mulut ketika kepala berada di luar air.[3]
Gaya kupu-kupu diciptakan tahun 1933, dan merupakan gaya berenang paling baru.[3] Berbeda dari renang gaya lainnya, perenang pemula yang belajar gaya kupu-kupu perlu waktu lebih lama untuk mempelajari koordinasi gerakan tangan dan kaki.[3]
Berenang gaya kupu-kupu juga menuntut kekuatan yang lebih besar dari perenang.[3] Kecepatan renang gaya kupu-kupu didapat dari ayunan kedua belah tangan secara bersamaan.[3] Perenang tercepat gaya kupu-kupu dapat berenang lebih cepat dari perenang gaya bebas.[3] Dibandingkan dalam gaya berenang lainnya, perenang gaya kupu-kupu tidak dapat menutupi teknik gerakan yang buruk dengan mengeluarkan tenaga yang lebih besar.[3]
E.     PERATURAN   PERLOMBAAN  DALAM  RENANG
Pada nomor renang gaya kupu-kupu, gaya dada, dan gaya bebas, perenang melakukan posisi start di atas balok start. Badan dibungkukkan ke arah air dengan lutut sedikit ditekuk.
Pada nomor gaya punggung, posisi start dilakukan di dalam air dengan badan menghadap ke dinding kolam. Kedua tangan memegang pegangan besi pada balok start, sementara kaki bertumpu di dinding kolam, dan kedua lutut ditekuk di antara kedua lengan. Posisi start gaya punggung juga dipakai oleh perenang pertama dalam gaya ganti estafet.
Wasit start memanggil para perenang dengan tiupan peluit panjang untuk naik ke atas balok start (bersiap di dalam air untuk gaya punggung dan gaya ganti estafet). Perenang berada dalam posisi start setelah aba-aba Siap (Take your marks dalam bahasa Inggris) diteriakkan oleh wasit start.[6]Start dinyatakan tidak sah bila perenang meloncat dari balok start sebelum ada aba-aba.[7] Hingga tembakan pistol start dimulai, tubuh perenang harus dalam keadaan diam.

Nomor perlombaan

Perlombaan renang terdiri dari nomor-nomor perlombaan menurut jarak tempuh, jenis kelamin, dan empat gaya renang (gaya bebasgaya kupu-kupugaya punggung, dan gaya dada). Nomor-nomor renang putra dan putri yang diperlombakan dalam Olimpiade:
Federasi Renang Internasional mengakui rekor dunia putra/putri untuk nomor-nomor renang:
  • Gaya bebas: 50 m, 100 m, 200 m, 400 m, 800 m, 1500 m
  • Gaya punggung: 50 m, 100 m, 200 m
  • Gaya dada: 50 m, 100 m, 200 m
  • Gaya kupu-kupu: 50 m, 100 m, 200 m
  • Gaya ganti perorangan: 100 m (hanya lintasan pendek), 200 m, 400 m
  • Gaya bebas estafet: 4×100 m, 4×200 m
  • Gaya ganti estafet: 4×100 m.[9]
Pada nomor gaya ganti perorangan, seorang perenang memakai keempat gaya secara bergantian untuk satu putaran, dengan urutan: gaya kupu-kupu, gaya punggung, gaya dada, dan gaya bebas. Pada nomor renang gaya ganti perorangan 100 m, perlombaan diadakan di kolam renang lintasan pendek 25 m.
Pada nomor 4 x 100 m gaya ganti estafet, satu regu diwakili empat orang perenang yang masing-masing berenang 100 m. Perenang pertama memulai dengan renang gaya punggung, dilanjutkan perenang gaya dada, perenang gaya kupu-kupu, dan diakhiri oleh perenang gaya bebas.

Pakaian

Federasi Renang Internasional memiliki daftar merek dan tipe pakaian renang yang disetujui dalam perlombaan renang.[10] Perenang dibolehkan memakai topi renang dan kacamata renang. Perenang berkacamata dapat memilih untuk mengenakan kacamata renang minus, atau mengenakan lensa kontak bersama kacamata renang normal.
Perenang tidak dibolehkan memakai alat atau pakaian renang yang dapat memengaruhi kecepatan, daya apung, atau ketahanan selama berlomba, misalnya sarung tangan berselaput, kaki katak,sirip, dan sebagainya.[6]
F.     PERTOLONGAN   DI  AIR
Ketrampilan pertolongan di air merupakan bagian dari keselamatan di air. Artinya jika anda ingin mempelajari pertolongan di air, anda wajib memahami terlebih dahulu keselamatan di air.
Seorang penolong harus dibekali dengan beberapa keahlian dasar
  1. Keselamatan di air. Meliputi kemampuan mengenal potensi bahaya dan bagaimana mengatasinya
  2. Memahami teknik pertolongan. Mulai dari yang paling aman sampai yang beresiko tinggi.
  3. Renang. Kemampuan renang sangat dibutuhkan jika contact rescue adalah pilihan satu-satunya
  4. Resusitasi Jantung Paru (RJP / CPR). Keahlian ini akan sangat dibutuhkan mengatasi kasus henti napas dan jantung yang sering terjadi pada korban tenggelam
  5. Pertolongan Pertama / First Aid. Terutama untuk cidera-cidera yang sering terjadi di perairan
Apa yang harus kita lakukan bila melihat kecelakaan di air ?
  1. Pastikan keselamatan anda terlebih dahulu. Abaikan orang lain jika anda sendiri sedang dalam posisi yang membahayakan diri anda
  2. Pastikan keselamatan orang-orang di sekitar anda
  3. Perhatikan potensi bahaya susulan yang mungkin bisa menimpa anda atau orang-orang di sekitar anda
  4. Kenali karakteristik korban yang akan anda tolong
  5. Lakukan pertolongan menggunakan teknik pertolongan yang paling aman dan efektif .
  6. Jika terjadi terdapat banyak korban, tolonglah yang terdekat dan termudah terlebih dahulu
  7. Setelah korban di tepi, lakukan pertolongan sesuai dengan cidera yang terjadi
  8. Selimuti korban untuk mencegah hipothermia
  9. Segera bawa korban ke pelayanan medis terdekat. Penanganan lebih lanjut mungkin saja diperlukan.
Kram memang bukan sebuah masalah besar jika kita berada di darat, tapi bila kita sedang di air yang dalam maka kram akan mengancam jiwa kita. Penyebab utama tenggelamnya seorang perenang akibat kram adalah kegagalan dalam mencegah terjadinya panik.
Sering kita lihat ketika perenang mengalami kram, dia akan langsung berusaha ke tepi, sehingga akan terlihat gerakan yang tidak teratur dan laju renangnya pun lambat. Gerakan yang tidak teratur ini disebabkan oleh rasa sakit dan kepanikan perenang. Jika di kolam renang, langsung berusaha ke tepi sesaat terjadi kram mungkin menjadi solusi yang bagus, namun bila open water (danau, sungai, laut) jelas ini bukan solusi yang baik.
Penanganan kram di darat maupun di air sebenarnya memiliki prinsip yang sama yaitu lakukan peregangan . Langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi kram adalah :
  1. Bersikap tenang dan jangan berusaha ke tepi
  2. Lakukan peregangan dan relaksasi bergantian
  3. Jangan lakukan gerakan apapun kecuali peregangan (walaupun badan kita tenggelam)
  4. Tarik napas lagi, kemudian lakukan peregangan lagi
  5. Ulangi sampai nyerinya reda
  6. Setelah reda barulah berenang ke tepi, usahakan tidak menggunakan otot yang tadi kram
  7. Setelah di tepi lakukan kembali peregangan sampai otot terasa nyaman
Ada dua posisi utama untuk peregangan di air (untuk otot-otot di ekstremitas bawah), yaitu :
  1. Posisi 1 : Tekuk lutut ke arah dada, dan tarik jari kaki dan telapak kaki ke arah punggung kaki. Posisi ini untuk mengatasi kram pada otot betis dan otot paha bagian belakang
  2. Posisi 2 : Tekuk paha ke belakang, tekuk lutut, tarik jari kaki dan punggung kaki ke arah telapak kaki. Posisi ini untuk mengatasi kram pada otot punggung kaki dan otot paha bagian depan
Latihlah teknik penanganan kram di air ini, karena pada saat terjadi kram yang kita butuhkan adalah gerakan spontan tanpa berfikir, sehingga dapat terhindar dari panik.

Penanganan Kram

Dalam olah raga renang, sering kita mengalami kejang otot atau yang sering kita sebut kram(cramp). Oleh sebab itu pengetahuan tentang prinsip penanganan kram adalah wajib bagi seorang perenang, karena masih sering kita jumpai kesalahan dalam penanganannya.
Apakah itu kram ?
Kram adalah kejang (spasm) otot yang bersifat mendadak dan terasa sangat sakit. Kram dapat disebabkan oleh banyak hal, antara lain :
  • Otot yang kelelahan
  • Penggunaan otot yang berlebihan
  • Kurangnya elektrolit tubuh (Ca dan K) karena keluar melalui keringat
  • Penumpukan asam laktat ( hasil metabolisme di otot)
  • Terganggunya oksigenisasi jaringan otot
  • Terganggunya sirkulasi darah ke jaringan otot
Pada perenang kram sering terjadi di :
  • Otot tungkai bawah bagian belakang (otot betis)
  • Otot punggung kaki –> biasanya terjadi karena gerakan yang tidak sempurna saat renang menggunakan fin (sepatu katak)
  • Otot tungkai atas (paha) bagian depan maupun belakang.
Penanganan
Prinsip dasar penanganan kram adalah meregangkan otot berlawanan dengan arah kejang. Ditambah dengan pijatan pada otot yang kram untuk membantu pelemasan otot sehingga sirkulasi oksigen, elektrolit dan zat metabolik menjadi lancar.
Peregangan otot yang kram dilakukan secara perlahan, jika sakit jangan di kendurkan tapi pertahankan posisi. Jika nyeri hilang tambah lagi peregangannya. Lakukan sampai nyeri hilang.
Contoh posisi penanganan :
  • Otot betis : luruskan lutut , tekan telapak kaki ke arah punggung kaki.
  • Otot punggung kaki : tekan punggung kaki dan jari kaki ke arah telapak kaki (sehingga seperti penari balet).
  • Otot Paha belakang : luruskan lutut, angkat tungkai bawah
  • Otot paha depan : tekuk lutut
Pencegahan
  • Lakukan pemanasan dan peregangan sebelum memulai olah raga
  • Tidur cukup
  • Cukup minum sebelum, saat dan setelah olah raga, jika perlu yang mengandung elektrolit (mis. oralit)

Penjaskes ( P E R M A I N A N B O L A )

Metode 1 dari 2: Menguasai Teknik Dasar

  1. Play Soccer Step 1.jpg
    1
    Cara mendribel atau menggiring bola. Dribel adalah mengendalikan bola selagi berlari. Jika Anda ingin tim Anda tetap menguasai bola, maka Anda harus tahu cara mendribel dengan baik. Yang harus Anda lakukan adalah menyentuh bola dengan tenaga yang tepat, cukup untuk menggerakkannya tapi tidak terlalu kuat sehingga terlalu jauh dari kaki Anda (yang akan berakibat bisa direbut lawan).
    • Dribel yang paling mudah adalah dengan menggunakan bagian dalam kaki. Tapi, Anda sebenarnya bisa mendribel bola menggunakan bagian kaki manapun. Dan pada pertandingan yang sebenarnya, Anda akan sering berada pada situasi dimana Anda harus mendribel dengan bagian kaki yang berbeda-beda.
    • Coba menggiring dengan kecepatan yang berbeda-beda. Cara menggiring terbaik ketika bebas menguasai bola di sayap berbeda dengan cara menggiring ketika sedang berhadapan dengan pemain bertahan lawan.
      • Ketika menggiring dengan kecepatan tinggi, Anda akan terlihat menendang bola sedikit lebih jauh dari kaki Anda, dan kemudian lari menjemput bola tersebut. Ini biasanya dilakukan jika Anda sudah melewati lawan Anda, karena biasanya Anda bisa berlari lebih cepat jika tidak sedang mengontrol bola di kaki.
  2. Play Soccer Step 2.jpg
    2
    Cara mengoper bola. Mengoper bola adalah menendang bola ke titik atau tempat yang Anda inginkan, biasanya pada posisi dimana bola akan dijemput atau diterima oleh teman setim. Cara mengoper yang paling umum, akurat, dan harus Anda kuasai terlebih dahulu adalah menggunakan bagian dalam kaki. Jika sudah menguasai itu, Anda bisa belajar bentuk operan lain.
    • Perhatikan posisi kaki Anda yang satu lagi (kaki yang Anda gunakan untuk berpijak selagi mengoper bola). Untuk melakukan operan yang akurat, kaki yang satu ini harus berada di sebelah bola dan mengarah ke arah operan yang Anda inginkan.
    • Antisipasi posisi teman setim Anda. Anda seringkali mengoper bola selagi Anda dan teman setim Anda bergerak untuk mencari ruang. Biasanya, Anda harus mengoper ke tempat di mana Anda ingin teman setim Anda menerima atau menjemputnya. Jika teman setim Anda tengah berlari, oper bola ke arah dia berlari sehingga dia bisa menerimanya dengan mudah.
  3. Play Soccer Step 3.jpg
    3
    Cara menembak. Menembak bola pada dasarnya adalah mengoper bola ke arah gawang. Sama seperti mengoper, cara menembak paling akurat adalah menggunakan bagian dalam kaki. Tapi karena tenaga yang diberikan biasanya lemah dan Anda biasanya tidak begitu dekat dengan gawang, Anda biasanya harus menembak dengan menggunakan bagian kaki yang lain yang memberikan tenaga lebih besar, tapi tetap akurat.
    • Sebelum menembak, lihat sekilas target Anda, lalu posisikan kaki pijakan Anda mengarah ke target tersebut.
    • Anda biasanya tidak bisa mengambil ancang-ancang sebelum menembak. Ayunkan kaki Anda ke belakang sebelum menembak agar tembakan Anda bertenaga.
    • Salah satu cara menembak paling umum adalah dengan menendang menggunakan bagian tengah-tengah punggung kaki, dengan posisi ujung kaki mengarah ke tanah.
    • Gunakan otot paha ketika mengayunkan kaki ke depan untuk menembak. Ayunkan sekuatnya untuk mendapat tenaga yang maksimal.
  4. Play Soccer Step 4.jpg
    4
    Tahu ke mana harus bergerak ketika tidak menguasai bola. Beberapa orang memperkirakan bahwa pemain profesional berlari sejauh kurang lebih 9,7 sampai 13 kilometer dalam satu pertandingan penuh (90 menit).[1] Memang sangat jauh, tapi itu tidak mengherankan karena para pemain itu berlari juga saat mereka tidak membawa atau menguasai bola. Pelajari cara mencari dan bergerak ke ruang kosong yang tepat, cara mengetahui di mana teman setim Anda ingin Anda berada untuk membantunya, dan bagaimana cara lepas dari kawalan pemain bertahan. Setelah mempelajari itu, Anda akan sadar bahwa Anda lebih sering berlari ke sana kemari ketika tidak membawa bola.
  5. Play Soccer Step 5.jpg
    5
    Cara bertahan. Mempertahankan gawang sendiri adalah sebuah pencapaian yang jarang disebut, padahal menjaga lawan atau merebut bola darinya adalah tugas yang sulit. Ada tiga hal dasar yang harus Anda ingat ketika menjaga pemain lawan.
    • Jangan terkecoh oleh gerakan tipuan: ketika Anda menghadapi lawan yang membawa bola, fokus pada bolanya. Pemain lawan akan mencoba mengecoh Anda dengan gerakan badan agar bisa melewati Anda. Dan jika Anda termakan dengan triknya, Anda akan mengikuti arah badannya dan mengira ke arah itulah dia akan membawa bola (padahal tidak). Jangan sampai tertipu oleh gerakan ini. Perhatikan bolanya, bukan pemainnya.
    • Jaga jarak Anda dengan bola dan pemain lawan. Kedengarannya mudah, tapi jika Anda bertahan pada jarak yang terlalu dekat dengan bola dan pemain lawan, Anda bisa dilewati dengan mudah. Tapi jika terlalu jauh, Anda memberi terlalu banyak ruang gerak untuknya.
    • Antisipasi lawan saat menggiring bola. Momen terbaik untuk merebut bola dari pemain lawan adalah seketika setelah ia melakukan sentuhan untuk menggiring bola, karena di saat itu bola menjauh dari kaki lawan Anda selama sesaat. Mengantisipasi gerakan seperti ini terdengar mudah, tapi sekali Anda meleset dan gagal merebut bola, Anda biasanya langsung dilewati atau berada dalam posisi yang sulit untuk tetap menjaganya.
  6. Play Soccer Step 6.jpg
    6
    Menyundul bola dengan benar. Menyundul bola yang benar adalah menggunakan dahi, bukan ubun-ubun atau bagian atas kepala. Mengambil ancang-ancang juga dilakukan dengan menarik bagian atas badan Anda ke belakang, bukan mengayunkan kepala Anda ke belakang--yang nantinya tidak memberikan cukup tenaga dan juga berisiko menimbulkan cedera leher.
  7. Play Soccer Step 7.jpg
    7
    Cara jugling. Juggling adalah teknik yang meskipun sangat jarang digunakan ketika pertandingan, tapi tetap penting karena beberapa alasan berikut:
    • Dengan tahu cara juggling, Anda tahu cara menerima bola lambung. Terkadang, operan yang Anda terima bukan berupa bola datar, tapi bola lambung, dan Anda perlu teknik yang sedikit berbeda agar bisa menerimanya tanpa membuat bolanya terpantul menjauh dari kaki Anda.
    • Juggling memperbaiki teknik sentuhan Anda. Dengan tahu cara juggling, Anda tahu persis bagaimana tiap sentuhan pada kaki Anda bekerja, dan berarti tahu persis dengan kaki bagian mana dan tenaga sebesar apa Anda harus menyentuh bola agar Anda berada pada posisi yang nyaman untuk gerakan selanjutnya. Dan perlu Anda ketahui, menguasai sentuhan pada bola adalah salah satu hal terpenting ketika bermain sepak bola.
    • Juggling akan membuat Anda terbiasa menggunakan kedua kaki. Kebanyakan pemain pada umumnya hanya bisa menendang secara kuat dan akurat menggunakan dua kaki. Dengan menguasai juggling, Anda akan bisa menggunakan kaki yang manapun secara efektif. Pemain top dunia kebanyakan juga bisa menggunakan kaki manapun dengan akurasi dan kekuatan yang sama.
  8. Play Soccer Step 8.jpg
    8
    Cara menggunakan kaki yang tidak dominan. Ada saatnya Anda harus mengoper, menggiring, dan menembak menggunakan kaki yang jarang Anda gunakan, kaki yang tidak dominan. Jika Anda hanya terpaku memainkan bola hanya dengan satu kaki, pemain lawan akan mengunci gerakan Anda berdasarkan kaki itu saja, dan bisa menjaga Anda dengan mudah, atau memaksa Anda untuk menggunakan kaki non-dominan yang tidak begitu akurat.
    • Selalu sempatkan waktu berlatih dengan hanya menggunakan kaki non-dominan. Semakin sering Anda melatihnya, Anda akan semakin terbiasa menggunakannya.
  9. Play Soccer Step 9.jpg
    9
    Cara mengambil tendangan sudut dan tendangan bebas. Anda tentu ingin mengirim bola dari tendangan sudut ke tengah lapangan, persis ke posisi teman setim Anda yang siap menyambut dan menembak bola (biasanya dengan sundulan). Untuk tendangan bebas, tergantung situasi dan posisinya, Anda bisa mengambilnya secara cepat dengan memberi operan pendek, melakukan operan atau umpan lambung untuk disambut oleh teman setim, atau langsung menembak ke gawang.
  10. Play Soccer Step 10.jpg
    10
    Temukan dan kuasai gaya permainan Anda sendiri. Coba kembangkan gaya permainan yang paling cocok dengan Anda. Apakah Anda pemain yang licin dan bisa melewati pemain bertahan, atau pemain yang cepat yang bisa mengejar bola lebih cepat dari orang lain, atau bisa ‘mendobrak’ paksa pertahanan lawan dengan kekuatan fisik untuk membuat peluang menembak, atau mampu menjaga pemain lawan agar tidak mendapat ruang tembak? Yang manapun itu, temukan dan berlatihlah sesuai dengan apa yang Anda butuhkan agar bisa menjadi pemain yang bisa berguna bagi tim. Terakhir, ingatlah untuk menikmati permainannya, karena itulah salah satu alasan utama mengapa sepak bola sangat populer.
    Iklan

    Metode 2 dari 2: Mengetahui Peraturan Permainan

    1. Play Soccer Step 11.jpg
      1
      Pahami tujuan pertandingan. Tujuan tiap pertandingan bola adalah mencetak gol lebih banyak daripada tim lawan. Gol sendiri merupakan kondisi di mana satu tim bisa menempatkan bola melewati garis gol. Gawang itu sendiri dijaga oleh kiper, satu-satunya pemain yang boleh memegang bola dengan tangan (walaupun hanya sebatas di kotak penaltinya saja). Di luar kiper, pemain lain tidak boleh menyentuh bola menggunakan tangan.
    2. Play Soccer Step 12.jpg
      2
      Posisi dalam pertandingan sepak bola. Tiap tim terdiri dari 11 orang pemain. Meskipun tiap tim bebas menentukan formasi dan posisi pemainnya sesuka mungkin, tiap tim biasanya terdiri dari satu kiper, empat pemain bertahan, empat pemain tengah, dan dua penyerang.
      • Kiper: pemain yang melindungi gawang dan satu-satunya pemain dalam tim yang boleh menggunakan tangan. Kiper harus punya badan yang lentur, punya kemampuan antisipasi yang cepat, dan komunikasi yang baik.
      • Pemain bertahan: pemain yang berada di garis belakang untuk menjaga gawang dari serangan pemain lawan. Pemain belakang umumnya punya kemampuan fisik yang kuat dan tinggi serta bisa melakukan distribusi bola dari belakang dengan baik.
      • Pemain tengah: pemain yang menghubungkan garis belakang dan depan, serta memiliki tugas menyerang sekaligus bertahan tergantung kondisinya. Tapi yang paling utama, ketika menyerang, pemain tengahlah yang mengatur tempo permainan, distribusi bola, dan arah serangan. Pemain tengah biasanya punya kemampuan mengoper dan penguasaan bola yang bagus.
      • Penyerang: pemain yang paling sering menembak bola karena tugas utamanya adalah mencetak gol. Penyerang yang baik harus tahu cara mencari celah di pertahanan dan juga ruang serta kesempatan untuk menembak. Selain itu, penyerang tentu harus bisa melakukan tembakan yang kuat dan akurat, baik itu dengan kaki atau kepala (sundulan).
    3. Play Soccer Step 13.jpg
      3
      Pertandingan dimulai dengan kickoff. Kickoff dilakukan dua kali; ketika memulai babak pertama dan ketika memulai babak kedua. Ketika kickoff, kedua tim harus berada di wilayah masing-masing, dan ketika peluit dibunyikan, tim yang ditunjuk mengambil kickoff akan memulai pertandingan, dan kedua tim kemudian boleh bergerak bebas. Kickoff diambil secara bergantian di babak pertama dan kedua.
    4. Play Soccer Step 14.jpg
      4
      Offside. Offside adalah salah satu aturan penting yang meskipun terdengar sederhana, tapi bisa membingungkan. Aturan ini dibuat agar sepak bola dimainkan menggunakan taktik dan gerakan yang cerdas, bukan membiarkan satu atau dua orang penyerang berdiam diri di dekat gawang lawan dan dengan pasif menunggu bola datang.
      • Seorang pemain dinyatakan offside jika dia berada di wilayah lawan dengan posisi yang lebih dekat dengan garis gol daripada bola dan pemain kedua terakhir atau paling belakang dari lawan (pemain lawan yang paling belakang biasanya kiper), serta dia terlibat dalam operan yang dilakukan oleh teman setimnya, baik langsung (menerimanya), maupun tidak langsung (keberadaan dan gerakannya menarik perhatian pemain bertahan lawan, untuk melepas teman setim yang lain dari kawalan).
      • Peraturan offside tidak berlaku pada saat lemparan ke dalam, tendangan sudut, dan tendangan gawang.
    5. Play Soccer Step 15.jpg
      5
      Throw-in atau lemparan ke dalam. Lemparan ke dalam terjadi ketika bola melewati garis samping lapangan. Tim yang berhak mengambil lemparan ke dalam adalah tim yang tidak menyentuh bola terakhir sebelum melewati garis. Tim yang mengambil lemparan harus melempar pada posisi bola melewati garis.
      • Pemain bisa mengambil ancang-ancang untuk melempar bola. Tapi dia tetap harus melempar pada posisi bola melewati garis.
      • Pemain harus melempar dengan cara memegang bola dengan kedua tangan di belakang kepalanya dan melemparnya dengan kedua tangan dari atas kepala.
      • Kedua kaki pemain harus menginjak tanah ketika melakukan lemparan.
    6. Play Soccer Step 16.jpg
      6
      Kartu kuning. Kartu kuning merupakan sebuah peringatan yang dikeluarkan oleh wasit kepada seorang pemain karena tindakannya. Jika satu pemain mendapat dua kartu kuning dalam satu pertandingan, dia akan mendapat kartu merah dan harus keluar dari pertandingan. Pemain diberi kartu kuning jika.
      • Melakukan tindakan berbahaya. Misalnya menendang dengan posisi kaki terlalu tinggi di dekat kepala pemain lawan.
      • Menjegal secara ilegal. Yaitu ketika pemain dengan sengaja menjegal pemain meskipun dia tidak mungkin bisa merebut bola (dan malah menjegal kaki lawan).
      • Menjegal atau menjatuhkan kiper di area gawang.
      • Kiper memegang bola hasil operan teman setimnya.
      • Membahayakan kiper. Melakukan gerakan berbahaya seperti menabrak kiper (di area manapun di kotak penalti).
      • Kiper melangkah lebih dari empat kali ketika menguasai bola.
      • Sengaja membuang waktu di sisa waktu pertandingan.
    7. Play Soccer Step 17.jpg
      7
      Kartu merah. Selain dua kartu kuning, seorang pemain bisa mendapat kartu merah langsung jika melakukan pelanggaran tertentu, antara lain.
      • Pelanggaran keras dan terlampau kasar (bisa mencelakakan pemain), seperti menjegal dari belakang atau menendang pemain lawan (sengaja ataupun tidak).
      • Melakukan tindakan kasar, misalnya mendorong atau memukul pemain lawan atau wasit.
      • Berkata kasar atau meludah, baik ke pemain lawan ataupun wasit.
      • Melakukan pelanggaran untuk menggagalkan peluang yang pasti gol. Misalnya menjegal pemain lawan yang sudah lolos dari pertahanan dan tinggal berhadapan dengan kiper, atau sengaja menahan bola yang pasti masuk ke gawang menggunakan tangan (padahal posisinya bukan kiper).
    8. Play Soccer Step 18.jpg
      8
      Tendangan bebas langsung dan tidak langsung. Tendangan bebas langsung adalah tendanga bebas yang bisa Anda arahkan langsung ke gawang tanpa harus menyentuh teman setim lain sebelumnya. Sedangkan tendangan bebas tidak langsung adalah tendangan bebas yang harus menyentuh teman setim yang lain sebelum bisa ditembakkan ke gawang.
    9. Play Soccer Step 19.jpg
      9
      Tendangan penalti. Tendangan penalti terjadi ketika seorang pemain lawan melakukan pelanggaran di dalam kotak penaltinya sendiri. Dalam tendangan penalti, seorang penendang akan menembak bola yang diletakkan di titik penalti ke arah gawang yang hanya dijaga oleh kiper lawan. Pemain lain harus berada di luar kotak penalti. Ketika tendangan penalti sudah dilakukan, permainan kembali berjalan seperti biasa. Jadi, jika tendangan penaltinya tidak masuk dan masih berada dalam wilayah permainan, kedua tim bisa merebut bolanya.
    10. Play Soccer Step 20.jpg
      10
      Tendangan sudut dan tendangan gawang. Jika bola melewati garis gawang (garis yang sejajar dengan garis gol tapi tidak berada di bawah gawang) dan terakhir kali disentuh oleh tim yang bertahan, maka tim yang menyerang berhak mendapat tendangan sudut di sudut lapangan yang paling dekat dengan posisi bola keluar dari lapangan. Jika hal yang sama terjadi tapi yang terakhir menyentuh bola adalah pemain yang menyerang, maka tendangan gawang akan diberikan kepada tim yang bertahan, dan bola harus ditendang bola dari ujung kotak gawang (kotak kecil di dalam kotak penalti).

Penjaskes ( B A S K E T B A L L )

5 Teknik Dasar Permainan Bola Basket Beserta Gambarnya

Teknik Dasar Permainan Bola Basket Beserta Gambarnya


1. Teknik Dribbling (menggiring)
teknik dribbling
Teknik dasar dribbling pada basket tujuannya sama dengan teknik dribbling pada sepak bola, yaitu untuk membawa bola menghindari lawan dan menyerang lawan. Perbedaannya adalah dribbling pada bola basket dilakukan dengan memantul-mantulkan bola dengan satu telapak tangan terbuka, jangan menggunakan dua tangan dan jangan menggunakan tangan yang mengepal. Ada dua jenis teknik dribbling dalam basket, yaitu
a. Dribble tinggi
Dilakukan untuk menggiring bola secara cepat memasuki pertahanan lawan dengan cara jalan cepat / lari, teknik ini digunakan ketika pemain lawan cukup jauh dari pemegang bola.
b. Dribble Rendah
Teknik ini dilakukan untuk mempertahankan bola dari rebutan lawan main. Teknik ini digunakan ketika sedang berhadapan langsung dengan lawan dan ingin membuat sebuah terobosan yang memanfaatkan celah yang dibuat oleh lawan ketika lengah.
dribble rendah
Ingat, dalam melakukan kedua teknik dribbling tersebut kamu harus memantulkan bola setelah melakukan 3 langkah pergerakan, karena lebih dari itu dianggap pelanggaran.

2. Teknik Passing (mengoper)
Teknik Passing merupakan teknik dasar permainan bola basket yang harus kamu kuasai betul agar bisa bermain secara kolektif. Teknik passing / mengumpan merupakan gerakan melempar bola kepada teman yang masih dalam satu tim. Passing bisa dilakukan dengan menggunakan dua tangan atau satu tangan saja, tujuan dari melakukan passing adalah untuk menjaga bola dari rebutan lawan dan menyusun serangan dengan terobosan matang atau gerak tipuan. Setidaknya ada 6 jenis passing yang bisa dilakukan yaitu:
a. Overhead Pass
Teknik passing yang dilakukan dengan posisi bola dari atas kepala. Umpan jenis ini dilakukan untuk melakukan counter attack dengan melemparkan bola jauh ke daerah pertahanan lawan.
Over head pass
b. Chest Pass
Teknik Passing yang dilakukan dengan posisi bola didepan dada, teknik ini biasanya menggunakan lemparan dua tangan dengan tujuan operan lurus terhadap teman yang satu tim.
chest pass
c. Baseball Pass
Teknik ini dinamakan baseball pass karena gayanya mirip melalukan lemparan baseball. Lemparan dilakukan menggunakan tenaga yang cukup kuat dan hanya dengan satu tangan saja.
baseball pass
d. Bounce Pass
Teknik passing yang dilakukan dengan memantulkan bola kebawah kemudian diterima oleh teman satu tim, teknik ini sebenarnya untuk menghindari hadangan lawan.
bounce pass
e. Hook Pass
Teknik passing yang dilakukan dengan satu tangan yang membentuk seperti hook (pancing, kait).

f. Under Pass
Teknik passing yang dilakukan dari bawah atau lebih tepatnya se-pinggang dengan bola diarahkan secara lurus ke teman yang masih datu tim, teknik ini bisa diterapkan ketika ingin melakukan operan jarak pendek.

3. Teknik Pivot
Seperti namanya pivot berarti tumpuan, teknik pivot biasanya digunakan untuk melakukan gerak tipu yaitu dengan cara mengerakkan badan dengan tumpuan salah satu kaki dengan kedua tangan yang menjaga bola dari lawan.

4. Teknik Shooting
Dalam basket tentu saja kamu memerlukan shooting / tembakan langsung ke ring untuk mencetak poin. Ada banyak cara untuk melakukan teknik shooting, diantaranya :
– Menembak dengan teknik set shoot(posisi berdiri diam ditempat) dengan satu tangan
– Menembak dengan teknik set shoot dua tangan
– Menembak dengan teknik jum shot ( disertai dengan lompatan)
– Menembak dengan teknik lay up ( gerakan lari, langkah dan meloncat)
shooting

5. Teknik Rebound
Teknik rebound merupakan teknik dasar permainan bola basket yang bisa membuat tambahan poin dari lemparan temanmu yang gagal. Teknik ini bisa sebagai strategi tipuan atau memanfaatkan lemparan bola yang memantul dari papan pantul untuk dimasukkan kedalam ring. Dengan melompat tinggi pada saat bola memantul dari papan pantul bisa menambah 2 poin untuk tim.
teknik rebound
Itu tadi 5 teknik dasar permainan bola basket yang bisa kamu asah dirumah, dengan latihan secara rutin tentu saja kamu bisa bermain lebih baik lagi dan mengembangkan diri kamu sebagai pemain basket profesional.

Penjaskes ( S O F T B A L L )

Permainan Softball. Permainan ini diciptakan oleh George Hansock (Amerika Serikat) dan dimainkan pertama kali di Chicago. Peraturan permainan dibuat oleh Lewis Robert tahun 1906 dan pada tahun 1916 diperbaiki oleh Matthew. Pada tahun 1930, ada perubahan permainan dari indoor ke outdoor oleh H. Fischer dan M.J. Ponley. Pada tahun 1968, permainan softball diperkenalkan di Asia, ketika dilakukan kejuaraan di Manila. Softball pertama kali dipertandingkan di Indonesia pada PON VII di Surabaya tahun 1969.

Peraturan Permainan Softball
a. Lapangan
Lapangan softball berbentuk segi empat, panjang setiap sisinya 16,76 m. Ukuran lapangan softball adalah

sebagai berikut.
  1. Panjang setiap sisinya 16,76 m.
  2. Jarak dari home base ke tempat pelempar adalah 13,07 m.
  3. Tempat pelempar berdiri (pitcher plate), berukuran ± 60 × 15 m.
  4. Permainan softball mempunyai tiga tempat hinggap pelari yang disebut base. Base terdiri atas base I, II, dan III, sedang base IV langsung dilewati. Base IV merupakan tempat untuk memukul (home base). Setiap base terbuat dari karet atau kanvas yang merupakan bantalan, dengan ukuran masingmasing base 38 × 38 cm dan tebal 5-12,5 cm, kecuali home base berukuran 42,5 × 21,5/22 cm sisi puncaknya berukuran 30 cm.
  5. Perpanjangan garis dari home base ke base I dan II disebut garis batas/ sektor, gunanya untuk menentukan bola itu jatuhnya di dalam atau di luar garis batas.
b. Perlengkapan pemain
Setiap tim harus menggunakan seragam softball dan topi yang bernomor, serta alat lain untuk penjaga.
Perlengkapan untuk para penjaga, antara lain:
  1. Pemain penjaga memakai glove (semacam sarung tangan) yang terbuat dari kulit agak tebal, berukuran 38 × 38 cm dan beratnya 283 gram. Untuk penjaga belakang atau Catcher, selain memakai glove juga mengenakan pelindung muka atau kepala yang disebut masker/face mark dan pelindung badan yang disebut body protector.
  2. Bola terbuat dari kulit yang di dalamnya terdiri atas campuran gabus dan karet. Lingkaran bola 30 cm dan berat bola 190 gram.
  3. Alat pemukul atau stick yang dipakai harus sesuai dengan ketentuan yang dikeluarkan oleh PB PERBASASI yang panjangnya tidak lebih dari 40 cm.
1. Cara-cara Bermain Softball
a. Peraturan permainan
Peraturan permainan softball, meliputi:
  1. Jumlah pemain dalam satu regu terdiri atas 9 orang.
  2. Pertandingan dipimpin oleh wasit, di setiap base ditempatkan seorang pembantu wasit (umpire) yang disebut base umpire.
  3. Lamanya permainan ditentukan oleh inning, yaitu sebanyak 7 inning. Adapun yang dimaksud satu inning adalah setiap regu bermain sekali giliran memukul dan sekali giliran menjaga.
b. Permainan
  1. Untuk menentukan siapa yang menjadi regu penjaga (home team/HT) dan siapa regu pemukul (visiting team/VT) harus dilakukan undian (toss) dengan uang logam.
  2. Permainan dilakukan sebanyak tujuh inning. Untuk pertandingan antarsekolah dapat dibatasi dengan waktu 1½ jam, tetapi dengan catatan sesudah mencapai 5 inning penuh (perjanjian setempat).
  3. Apabila suatu regu tidak datang di lapangan pada waktu bertanding, regu tersebut dinyatakan kalah, dan regu yang menang dapat nilai 7- 0.
  4. Nilai tidak dihitung jika terjadinya bersamaan dengan terjadinya out yang ke-3 di first base atau di katuk di tempat lain (sebelum mencapai base).
c. Pitching
  1. Pitcher harus berdiri di pitcher's plate atau kedua kaki cukup menyentuh plate dengan tumit ujung kaki.
  2. Pitcher harus menghadap ke batter.
  3. Pitcher harus memegang bola jika akan melakukan pitching dan harus di depan badan.
  4. Pada waktu melakukan pitching, pitcher hanya boleh melangkah satu langkah ke depan/ke arah batter dan gerakan harus simultan.
  5. Putaran lengan hanya satu kali (ke belakang).
  6. Pitcher hanya boleh menahan bola selama 30 detik.
  7. Antarkotak bola dengan glove paling cepat 2 glove.
  8. Pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan tersebut di atas oleh pitcher, dinyatakan ilegal pitch (tidak sah),
  9. Jika terjadi ilegal pitch, bola dinyatakan mati, pelari dari base maju satu base, pemukul (batter) memperoleh tambahan bola.
d. Batting
  1. Pemukul harus berdiri di dalam batter's box, sebab jika salah satu kaki keluar dari batter's box pada waktu pemukul bola dan kena, baik fair ball maupun foul ball, maka dinyatakan mati (out).
  2. Pemukul harus sesuai urutan pemukul atau harus sesuai dengan daftar pemain yang ada di panitia.
  3. Apabila terjadi out ke-3 (mati ke-3) pada waktu seorang batter belum menyelesaikan gilirannya maka dia akan menjadi pemukul pertama pada inning berikutnya.
e. Strike
Strike dinyatakan kepada batter, apabila:
  1. Pemukul berhasil atau tidak berhasil memukul bola dari pitcher yang masuk strike zone maupun yang tidak termasuk strike zone; apabila hal itu terjadi pada strike III dan ditangkap catcher, batter, dinyatakan out. Atau jika kurang dari 2 out, bola dilepaskan oleh catcher dan first base ada pelari, batter dinyatakan out.
  2. Foul tape yang ditangkap catcher.
  3. Foul ball yang terjadi sebelum pukulan ke-3 dan tidak tertangkap oleh fielder (penjaga).
  4. Bola dari pitcher yang dipukul oleh batter tetapi tidak kena.
f. Sliding
Sliding, yaitu berhenti pada suatu base sambil mengerem dengan cara menjatuhkan badan ke muka atau ke belakang agar sukar di-tick.
g. Mematikan lawan (men-tick)
Pelaksanaannya:
  1. Tick sebelum pelari sampai di base (bola tidak boleh dilepas oleh penjaga).
  2. Jika seorang berlari menuju suatu base maka cukup membakar atau menginjak base yang akan dituju pelari.
  3. Regu pemukul dinyatakan tiga kali mati, maka diadakan pertukaran posisi jaga
h. Cara mendapatkan angka
Pelaksanaannya:
  1. Setiap pelari dengan pukulan yang baik dan dapat kembali melampaui home base mendapatkan nilai 1 (satu), pemain tetap ada di base (tidak keluar).
  2. Bola dipukul melambung, langsung dinyatakan mati serta pelari lain harus kembali ke base yang semula ditempati agar tidak dibakar basenya, pelari yang kembali dapat di-tick.
  3. Home run, terjadi apabila bola yang dipukul tidak dapat ditangkap, dengan nilai 2.
2. Beberapa Hal Penting dalam Permainan Softball
Berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan dalam permainan softball, yaitu:
  • Terjadi masalah di lapangan, jika ada pemain yang melakukan gerakan yang salah pada saat melambungkan bola atau ada pemain mengganggu.
  • Apabila terjadi angka seri sampai inning 7 maka pertandingan dilanjutkan dengan inning, dan jika masih seri serta kondisi tidak memungkinkan maka pertandingan diulang.
  • Tim yang menolak bermain pada waktu yang sudah ditentukan atau play ball maka dinyatakan kalah 7–0.
  • Time out 1 kali setiap inning selama 1 menit.
3. Faktor Keselamatan
Untuk faktor keselamatan beberapa hal yang harus diperhatikan dalam permainan softball, yaitu:
  • Setiap tim berpakaian softball dan cap. Di depan pakaian dituliskan nama daerah atau klub, sedangkan di belakang nomor punggung.
  • Pemain penjaga memakai sarung tangan (glove) yang dibuat dari kulit agak tebal dengan ukuran ± 283,33 gram. Untuk pemain belakang atau catcher dilengkapi juga pelindung muka (face masker), pelindung kepala (head masker), dan pelindung badan (body protector).
  • Pemukul (stick) sesuai dengan ketentuan yang dikeluarkan oleh PB Perbasasi, yaitu kayu dengan panjang ± 40 cm.
  • Bola dibuat dari kulit berwarna putih dengan ukuran berat ± 190 gram dengan keliling bola 30 cm.
4. Bermain Softball dengan Peraturan Sederhana
Pelaksanaannya:
  • Jumlah pemain 9 orang.
  • Ukuran lapangan persegi panjang.
  • Pemukul lebih kecil (pemukul kasti).
  • Bola menggunakan bola tenis.
  • Tiap bermain ada penjaga dan ada yang memukul.
  • Setelah memukul bola, siswa berlari ke base 1, 2, 3, dan kembali ke base 4.
  • Nilai 1 untuk pemain yang sudah menempuh base 1, 2, 3, dan 4.
  • Nilai 2 untuk home run.
  • Lamanya permainan 1 inning ± 30 menit.

Penjaskes ( B O L A V O L I )

Teknik Dasar Permainan Bola Voli

Permainan Bola Voli
Permainan Bola Voli
Teknik dasar adalah faktor utama selain kondisi fisik, taktik, dan mental seorang pemain. Secara individu penguasaan teknik dasar bola voli akan mendukung penampilan seorang pemain. Secara tim atau jika semua pemain menguasai teknik dasar bola voli dengan baik maka akan meningkatkan kualitas permainan, bahkan dapat menentukan menang atau kalahnya suatu tim.

Ahmadi (2007:19) menegaskan bahwa, permainan bola voli merupakan suatu permainan yang kompleks yang tidak mudah untuk dilakukan oleh setiap orang, diperlukan pengetahuan tentang teknik-teknik dasar dan teknik-teknik lanjutan untuk dapat bermain bola voli secara efektif.

Dalam permainan bola voli ada beberapa bentuk teknik dasar yang harus dikuasai. Teknik-teknik dalam permainan bola voli terdiri atas servis, passing bawah, passing atas, block, dan smash atau spike (Ahmadi, 2007:20).

Pengurus Besar PBVSI (2001: 5-6) mengemukakan beberapa teknik dasar bermain bola voli sebagai berikut :
  1. Service adalah pukulan bola yang dilakukan di daerah sebelah kanan belakang dari garis belakang lapangan permainan (daerah service) melampaui net ke daerah lawan. Pukulan service dilakukan pada permukaan dan setelah terjadinya setiap kesalahan. Pukulan service dapat berupa serangan bila bola dipukul dengan keras dan terarah.
  2. Passing adalah usaha atau upaya seseorang pemain dengan cara menggunakan suatu teknik tertentu yang tujuannya adalah untuk memperoleh bola kepada teman secepatnya untuk dimainkan di lapangan sendiri.
  3. Spike/smash adalah bentuk serangan yang paling banyak dipergunakan untuk serangan dalam upaya memperoleh nilai oleh suatu tim.
  4. Block (bendungan) adalah menggagalkan serangan lawan dengan cara membendung merupakan rintangan yang palin efektif. Bendungan merupakan bagian dari pertahanan.


Service

Servcie adalah tehnik pada bola voli dimana pemain berdiri di belakang garis belakang lapangan, melemparkan bola ke udara, kemudian memukul bola tersebut kea rah lapangan atau area lawan.


Teknik Service Bola Voli
Teknik Service Bola Voli
Tujuan melakukan servis adalah semaksimal mungkin mengarahkan adan menjatuhkan bola pada area lawan yang kosong atau terlihat lemah, sehingga tidak dapat diterima oleh tim lawan. Atau, mengarahkan bola ke area lawan dengan keras dan kecepatan yang tinggi, sehingga tim lawan tidak mampu menahan atau mengendalikannya, dan diharapkan bola tersebut akan keluar lapangan setelah tersebtuh pemain lawan.

Ketika bola yang diservis tersebut mendarat ke area lawan secara langsung (tanpa menyentuh permainan lawan), maka servis tersebut biasa disebut dengan "ace". Sebutan tersebut juga berlaku untuk servis yang keluar lapangan, setelah terlebih dahulu menyentuh salah seorang pemain dari tim lawan.


Pass/Passing

Teknik Passing Bola Voli
Teknik Passing Bola Voli
Passing juga biasa dikenal dengan sebutan reception, yaitu sebuah usaha tim dalam rangka menerima, menahan, dan mengendalikan servis atau segala bentuk penyerangan yang dilakukan oleh tim lawan. Pass yang baik, bukanlah pass yang hanya mampu mencegah bola agar tidak jatuh atau menyentuh area timnya, tetapi juga harus mampu mencapai posisi setter dengan arah yang tepat, serta gerakan da kecepatan yang stabil. Dengan demikian, sang setter dan attacter akan mampu menciptakan berbagai variasi serangan dengan mudah.


Spike/smash

Teknik Smash/Spike Bola Voli
Teknik Smash/Spike Bola Voli
Attack atau yang lebih akrab dengan sebutan spike/smash, adalah sebuah tehnik pukulan atau serangan yang bertujuan agar bola dapat mendarat di area lawan, tanpa bisa di block (di tahan).

Menyerang atau spike dalam permainan bola voli merupakan pukulan ketiga dari sebuah tim. Pukulan pertama biasa dilakukan dengan pass, pukulan yang kedua dilakukan dengan tehnik set atau oleh setter, dan pukulan ketiga adalah spike.

Dalam tehnik spike ini, seorang spiker (penyerang) harus memperhatikan sebuah langkah dasar dalam melakukan spike, yaitu awalan (apprvoach), lompatan, ayunan pukulan pada bola di udara, dan posisi mendarat. Pemukulan bola pada saat melakukan spike dilakukan di udara, yang idealnya adalah ketika sang attacker berada pada puncak lompatan. Ketika akan melakukan kontak dengan bola, pemain mengangkat tangannya setinggi mungkin sampai di atas kepalanya. Ketika melakukan pukulan, spiker mengayunkan lengannya dan memukulkan telapak tangannya sekeras mungkin kea rah bola yang sedang melayang tersebut.


Bock/Blockir

Teknik Block Bola Voli
Teknik Block Bola Voli
Tehnik ini digunakan untuk menahan serangan yang dilakukan oleh tim lawan. Pertahanan dalam tehnik block dapat berupa menahan serangan lawan agar bola yang di spike oleh pemain dari tim lawan tidak mampu menyeberangi net dan tetap berada di area lawan.

Sebagai salah satu tehnik pertahanan yang sangat dibutuhkan dalam permainan bola voli, maka sebaiknya setiap pemain harus mampu menguasai tehnik ini dengan baik. Untuk melakukan tehnik block, pemain berdiri dengan menggunakan kedua kaki dalam posisi yang sejajar. Pada saat yang sama, kedua tangan diletakkan didepan dada, dengan posisi telapak tangan menghadap kearah net dan dengan jari-jari terbuka (dikembangkan) selebar mungkin.